Jumat, 22 April 2016

Beritahu

apa yang kamu suka? 
katakan saja, 
apa yang kamu benci? 
ungkapkan saja, 

aku sudah kehilangan arah, 
apapun yang kulakukan di matamu: salah, 
tingkahmu membuatku demam, 
polahmu membuatku gagal paham, 
mengertilah! 
aku tak bisa menjadi ikan di lautan, 
yang tetap tenang meski arus datang menghujam karang, 
hatiku tak setangguh kapal perang, 
yang tetap kembangkan layar meski badai datang menghadang, 

apa yang bisa membuatmu cinta kepadaku? 
tolong beritahu dan jangan pelit begitu.

Selasa, 05 April 2016

Iri dan Dengki



Entah harus sedih atau bahagia. Sudah lebih dari 23 tahun aku menghirup udara bebas sejak pertama kalinya aku lahir dari keluarga yang bisa dibilang biasa-biasa saja. Akan tetapi, aku harusnya bersyukur bisa hidup dan dihidupi oleh kedua orang tua yang sungguh luar biasa. Berbanding terbalik dengan yang aku rasakan sekarang memang, aku merasa iri dengan kehidupan yang dimiliki oleh teman-teman sebayaku. Hal ini karena apa yang mereka bisa miliki tak bisa aku merasakannya. They have what I haven’t, they can get what everyone want, but I can’t. Sungguh sakit apa yang aku rasakan, tapi pasti lebih sakit apa yang dirasakan oleh ayah dan ibu jika mengetahui apa yang ada dalam benak anaknya. 

Secara tidak langsung iri dan dengki telah merasuki sukmaku. Semua terjadi begitu natural ketika apa yang aku pikir dan rasakan hanyalah membayangkan kebahagiaan yang orang lain alami itu terjadi pada diriku. Aku terlalu membanding-bandingkan kehidupan menyedihkanku dengan kebahagiaan orang lain. Maafkan aku ayah dan ibu, jerih payah kalian selama ini hanya bisa kuratapi dengan kepedihan. Stupid? Yes, I am. Bodoh, bodoh, dan bodoh, begitu bodohnya aku terjebak dalam dunia keirian dan perdengkian ini. Aku tak pernah berpikir bahwa di luar sana masih banyak orang-orang yang tak seberuntung diriku. 

Everyone have a beautiful life and their best family. Semua itu bisa didapatkan dengan rasa syukur yang dalam atas apa yang telah Tuhan beri dan takdirkan. Mind set yang positif adalah salah satu pola yang dimiliki oleh orang yang selalu merasa bahagia meskipun dalam keadaan terendah sekalipun. Tuhan telah memilihkan jalan yang terbaik untuk makhluknya. Kehidupan yang sesat hanyalah pilihan bagi orang-orang yang mengikuti nafsu setan di dalam hatinya.

Note: jangan pernah merasa lebih baik dari orang lain, jangan memandang orang lain dengan sebelah mata, perbanyak bersyukur dan kurangi berbangga diri yang berlebihan. Just be confident, don’t be arrogant! It’s enough to get our happiness.

Prast

Kamis, 08 Oktober 2015

Bola Mata Api

Aku melihat api!
Merah: membara dalam bola mata
Aku tak tahu kapan mulai menyala
Yang aku ingat, sore itu kita bertemu
Dan aku berkata: sudah cukup!
Selebihnya kita tak lagi bicara
Tak berhasrat walau sepatah dua patah kata
Lalu aku meninggalkanmu, tenggelam bersama senja yang kelam.

Sekian waktu berlalu
Kita akhirnya bertemu
Lagi-lagi aku melihat api
Semakin jauh aku menatap matamu
Semakin liar menyala-nyala

Aku menutup mataku
Seketika bara itu bicara: padamkan aku!
Bagaimana caranya?
Padamkan aku!
Aku tak tahu caranya.
Padamkan aku lelaki dungu!
Tapi…
Padamkan!
Padamkan aku dengan air matamu!
Air mata kesendirianmu,
Air mata kebodohanmu,
Air mata kesalahanmu,
Air mata penyesalanmu,

Lalu menangislah!
Menangis sederas hujan dikala siang
Menangis dengan penuh kesadaran
Menangis dengan penuh ketulusan
Menangislah atas dasar kerinduan
Menangislah atas dasar pertaubatan
Dan di akhir malam, kau akan temukan
Apa itu mengasihi
Apa itu menyayangi
Hingga bagaimana kau berkasih sayang.

Oktober 2015