Minggu, 23 November 2014

Wayang Twit #Semar

Wayang Twit #Semar Mbah Sujiwo tejo

1. 10 tahun terakhir lebih aku suka #Semar krn sembahyangnya gak pakai jadwal..seluruh hidupnya,termasuk ktk guyon, adalah sembahyangnya
2. Tokoh2 lain spt Yudistira yg dikenal sangat spiritual, sembahyangnya masih pakai saat2 ..pakai jadwal..#Semar gak gitu
3. Andai #Semar jd sopir taksi, jd anggota DPR dll, maka ketika nyetir atau ketika sidang..semua itu bagian yg sah dari sembahyangnya
4. Ketika #Semar sedang ngetwit, andai saat itu ud ada twitter, maka ngetwitpun bagian yg amat sah dari sembahyangnya
6. Yup, setuju..Maka kentut Semar bisa ngusir “syetan” Batari Durga @antosarung: @sudjiwotedjo bahkan kentutnya #semar juga sembahyang”
7. IQmu agak anu .. @dikaChilik: bahkan ketika berdosa adalah sah sembahyang? RT @sudjiwotedjo : #Semar”
8 Yup..mengakui kebesaran Tuhan @febrymansyah: Ktika melirik wanita pun sembahyang..#Semar
9. Hanya org dangkal yg memandang perempuan bahkan mengencuknya tidak sebagai sesuatu yg sakral #Semar
10 Ketika hahahehe melawakpun, mengajak manusia hepi, #Semar meniatkannya tak lain cuma sebagai sembahyang
11. Bagi #Semar ..tak ada senang tak ada susah…tangisnya telah melebur di dalam tawa, tawanya telah mencebur dalam samudra tangis

Resensi Buku: Siapakah yang Tidak Ingin Disayang Allah?



Judul               : Siapakah yang Tidak Ingin Disayang Allah?
Penulis            : Achmad Lutfi
Penerbit           : Mumtaz Publishing
Terbit              : Cetakan I, Desember 2012
Tebal               : 107 Halaman
Jenis Buku       : Agama

Siapakah yang Tidak Ingin Disayang Allah? Sebuah judul sekaligus menjadi pertanyaan bagi para pembaca. Buku yang menyelipkan keinginan mendalam penulis yang berharap buku ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar dalam memperjuangkan putra-putri penulis menjadi generasi penerus yang shalih-shalihah, cinta kepada Rasullah SAW dan dzuriah beliau, cinta pada ulama, dan dapat meneladani jejak langkah mereka para salafussalih.
Kembali pada judul buku ini, penulis mencoba memaparkan beberapa cara agar dapat di sayang oleh Allah. Pada bagian satu, penulis menjelaskan tentang bagaimana mengatur diri agar kelak dapat membangun generasi yang lebih mulia. Yang pertama adalah dengan memulai awal yang baik yaitu memulai langkah-langkah awal dengan mengucap bismillah dan dengan penuh semangat. Man asyraqat f awwalihi, asyraqat f akhirihi… Barang siapa semangat di permulaan, akan sukses di akhiran. Man jadda wajada… Barang siapa bersungguh-sungguh, dia akan berhasil (hal 6).